Rabu, 21 Desember 2011

:)



Cara membuat tinggi tubuh bertambah

Saya mengulas artikel yang yang berjudul cara membuat tinggi tubuh bertambah karena *ehem* saya merasa tinggi saya kurang. Banyak referensi mengatakan pertumbuhan tubuh wanita terhenti di usia 18-21 tahun. Tapi tenang, Anda masih memiliki kesempatan menambah tinggi badan di atas usia itu. Caranya, kombinasikan asupan makanan, latihan fisik, dan tidur teratur hingga usia 30 tahun. Gaya hidup sehat, masih memungkinkan seseorang tumbuh paling sedikit 2-4 inci atau 5-10 sentimeter secara alami.
Ada beberapa latihan yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan tinggi badan. Lakukan latihan berikut untuk mendorong pertumbuhan:

1. Lari cepat jarak pendek
Latihan ini bermanfaat meningkatkan pelepasan hormon pertumbuhan. Penekanan pada otot kaki selama latihan berdampak pada pemanjangan tulang dan otot.
Tetapi jangan terlalu sering melakukannya karena dapat menyebabkan pembengkakan pada otot dan tendon. Sprint dianjurkan pada permukaan alami seperti lantai atau rumput, bukan beton.

2. Menendang
Berdiri dengan kaki lebar dan angkat satu kaki kemudian lakukan tendangan. Ulangi minimal 20 tendangan pada satu kaki dan kemudian beralih ke kaki yang lain. Lakukan latihan ini selama 20 kali, karena dapat memperpanjang tulang kering dan paha.

3. Lompat
Berdirilah di depan bangku atau tangga setinggi kaki. Untuk memulai, lompat dengan satu kaki dalam sepuluh hitungan. Lalu, ulangi dengan kaki lain. Lakukan gerakan melompat hingga tiga kali. Anda bisa beristirahat di sela latihan.

4. Bersepeda
Gerakan mengayuh sepeda membuat jari kaki terus mencapai pedal. Ini merupakan peregangan yang bisa membuat kaki lebih panjang. Lakukanlah selama sekitar 10-15 menit. Anda juga dapat menggunakan sepeda statis atau stationary cycle.

5. Berenang
Olahraga satu ini memang sangat efektif untuk membuat tubuh fit dan lebih fleksibel. Lakukan renang gaya dada dan lakukan minimal 20 menit.

6. Lompat tali
Latihan ini sangat menyenangkan, apalagi jika Anda sambil mendengarkan musik menghentak. Lakukan sebanyak 300 kali setiap hari.

7. Berayun
Gunakan penahan atau ambang pintu yang tinggi. Anda dapat membelinya di toko peralatan olahraga. Awali posisi dengan berdiri lalu biarkan tubuh berayun. Posisi kaki bisa lurus atau ditekuk, buatlah tubuh senyaman mungkin. Lakukan gerakan ini setidaknya 10 kali dalam sehari.

8. Free Hand
Berdirilah tegak dalam ruangan yang luas dan tarik napas dalam-dalam. Angkat tangan letakan di tingkat bahu, lalu dorong tangan sejauh mungkin dan lepaskan napas. Ulangi 8 -10 kali.
Tarik napas dan kembali memosisikan tangan. Lalu, angkat tumit sambil berdiri jinjit, hembuskan napas, ulangi 80-10 kali. Tarik napas dan angkat lengan terentang di atas kepala. Lalu ayunkan ke dalam dengan arah melingkar dan buang napas. Ulangi 80-10 kali.
Pilih latihan yang paling cocok untuk Anda. Tapi harus dilakukan ecara teratur dan konsisten. Cobalah untuk memiliki waktu teratur untuk latihan Anda sehingga Anda dapat merasakan efeknya.

Sumber : terselubung.blogspot.com

Melamar pekerjaan? We can! Don’t worry ;)

Pada jaman ini mencari pekerjaan adalah bukan hal yang mudah. Agar bisa mengalahkan pelamar-pelamar yang lain, mari kita perhatikan 6 pantangan saat akan tes wawancara:

1. Jangan Datang Terlambat.
Tepat waktu sangat dibutuhkan saat akan tes wawancara,  apabila kita belum mengetahui tempat tes maka tidak ada salahnya bila kita mencari tahu tempat tes sehari sebelumnya. Bila perlu datang lebih awal untuk mengecek kembali penampilan saat akan wawancara dan memperkirakan pertanyaan-pertanyaan apa saja yang akan diajukan.

2. Jangan Gugup.
Mengenal orang lain bisa melalui bersalaman. Apabila Anda bersalaman dengan lemas dan tidak bertenaga, hal itu menunjukan Anda gugup dan kurang percaya diri. Sebaliknya, bersalaman dengan pegangan yang kuat menggambarkan bahwa Anda sangat agresif. Jadi cobalah bersalaman dengan santai dan biasa.

3. Jangan Duduk Membungkuk.
Sikap duduk seperti itu akan membuat Anda terlihat malas.Sikap duduk membungkuk juga menunjukkan bahwa Anda kurang percaya diri dan tidak tertarik dengan pekerjaan itu. Sikap duduk Anda akan mempengaruhi tes wawancara. Lebih baik Anda duduk dengan tegap dan lurus selama tes berlangsung.

4. Jangan Berikan Tatapan Kosong.
Beberapa budaya mengatakan, berbincang-bincang tanpa melihat tatapan lawan bicara merupakan perilaku yang kurang sopan. Kadang-kadang Anda akan menatap dengan kosong atau tidak melihat wajah pewawancara ketika merasa gugup atau tidak nyaman. Ada baiknya Anda menatap bagian lain dari pewawancara, seperti jidat atau bibirnya.

5. Jangan Datang Tes Wawancara tanpa Persiapan Apa pun.
Ketika Anda akan menghadapi tes wawancara, ada baiknya Anda mengetahui profil perusahaan yang Anda tuju atau pekerjaan yang akan Anda geluti.

6. Jangan Lupakan Sopan Santun Anda.
Sopan santun merupakan hal yang paling penting. Jangan lupa berikan senyuman kecil ketika Anda pertama kali bertemu dengan pewawancara Anda. Terakhir jangan lupa mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan itu.

Sumber : terselubung.blogspot.com

Rabu, 07 Desember 2011

SEJARAH PERKEMBANGAN HUBUNGAN INTERNASIONAL



Ilmu Hubungan Internasional sendiri dimulai ketika istilah ‘nation’ atau bangsa mulai ada. Ilmu Hubungan Internasional memakai kata atau istilah ‘nation’ atau bangsa, walaupun ilmu ini sebenarnya membahas tentang hubungan antar negara atau ‘state’ maupun non-negara atau ‘non-state’. Hubungan internasional berawal ketika sistem negara modern mulai dikembangkan, yaitu pada tahun 1968 di Perjanjian Perdamaian Westphalia, yang mengakhiri perang 30 tahun di eropa. Westphalia mendorong pembentukan konsep tentang kedaulatan negara, sehingga mendorong pula bangkitnya negara-negara nasional modern yang independen, pelembagaan diplomasi dan tentara. Dari perjanjian ini juga mulai muncul hukum internasional modern yang mengatur hubungan antar negara-negara, lahir atas masyarakat internasional yang didasarkan oleh negara-negara internasional.
Pentingnya hubungan antar negara dapat dirasakan pada awal perang dunia I. Perang dunia I pada tahun 1914-1918 yang mengakibatkan banyak korban yang berjatuhan, menimbulkan dampak tersendiri bagi masyarakatnya. Terjadinya perang pada masa itu membuat negara-negara dunia untuk selalu dapat menjalin kerjasama dan menjaga perdamaian. Sebelum Perang Dunia I, pembahasan hubungan internasional dimasukan dalam Fakultas sejarah, hukum dan filsafat. Dalam catatan sejarah bahwa teori diplomasi dan teori strategi ditafsirkan oleh para ahli negara dan ahli filsafat sebagai sifat alamiah manusia, perang dan keadilan.
Sementara itu para ilmuan sejak lama mempelajari fenomena sosial seperti hukum yang mengatur hubungan antar bangsa, hakekat kekuasaan, negara dan kedaulatan, masalah pengelolaan hubungan kekuasaan, dan pengembangan lembaga-lembaga Internasional. Dari berbagai studi ini muncullah pada abad 20 suatu bidang studi yang terorganisasi dan dimasukkan dalam kurikulum beberapa universitas di Amerika Serikat, yaitu bidang studi Hubungan Internasional.
Hubungan internasional pada mulanya bercita – cita ingin menciptakan keadaan yang lebih teratur. Pada tahun 1919, hubungan internasional mulai dilembagakan sebagai jurusan politik internasional di Universitas Wales di kota Aberystwythes. Dari sinilah perkembangan hubungan internasional mengawali perjalanannya sebagai ilmu.
Cita – cita awal dibentuknya jurusan hubungan internasional adalah untuk meniadakan perang dan berusaha menciptakan perdamaian di dunia ini. Tujuan yang idealis ini dipelopori oleh Presiden Amerika Serikat Woodrow Wilson setelah melihat dampak negatif dari Perang Dunia Pertama ( 1914-1918 ) bagi umat manusia, di mana perang hanyalah menghasilkan kematian dan penderitaaan baik itu bagi pihak pemenang maupun bagi pihak yang kalah perang. Menurut Wilson, cara untuk menciptakan perdamaian dan mencegah terjadinya kembali perang antarnegara besar adalah dengan membentuk kondisi dunia yang safe for democracy (Vasques, 1996). Kepercayaan Wilson dan para penstudi hubungan internasional pada saat itu akan rasionalitas manusia dan lembaga supranasional yang kemudian memuncul pendekatan yang pertama dalam Studi Hubungan Internasional yaitu idealisme. Pedekatan idealisme ini mendominasi Studi Hubungan Internasional pada periode 1920-an (R. Jackson dan G. Sorensen, 1999).
Keterkaitan Ilmu Hubungan Internasional dengan disiplin-disiplin ilmu lainnya sangat penting adanya, seperti politik, ekonomi, sejarah, hukum, filsafat, geografi, sosiologi, antropologi, psikologi, budaya, dan lain-lain. Hal ini dikarenakan hubungan international berusaha menganalisis serta merumuskan kebijakan luar negeri suatu negara tertentu, yang ditujukan untuk menghasilkan kepentingan nasional yang paling positif untuk negaranya, dan pasti akan melibatkan negara yang berbeda-beda. Sehingga keterkaitan Ilmu Hubungan Internasional dengan berbagai disiplin ilmu-ilmu sosial khususnya, tidak dapat dipisahkan.
Sejak berakhirnya perang dingin, studi hubungan internasional di hampir  semua universitas terkemuka di dunia, termasuk Indonesia, melakukan reorientasi, redefinisi dan reformulasi keberadaan studi hubungan internasional sebagai disiplin. Meski tidak semua berhasil keluar dengan jatidiri baru meyakinkan, tak pelak beberapa perubahan mewarnai perkembangan studi hubungan internasional periode ini. Yang mencolok, bila sebelumnya studi hubungan internasional fokus semata pada persoalan politik dan keamanan, memasuki periode itu kajian-kajian hubungan internasional menjadi lebih beragam, lebih interdisipliner dan lebih “global” (Dept. Hub. Int. Universitas Airlangga, 2005, hal 1-2).


Referensi :
Jackson R., & Sorensen, G. 1999. Introduction to International Relations.New York: Oxford University Press
Departemen Hubungan Internasional Universitas Airlangga. 2005. Road Map 2020.
Perwita, A. A. B, & Yani, Y. M. 2005. Pengantar Ilmu Hubungan Internasional. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Shcwarzenberger, George. 1964. Power Politics. London: Prentice Hall.
J. Vasques. 1996. Classics of International Relations. Upper Saddle River: Prentice Hall, hal. 35-40
Evan, Graham & Newham, Jeffney. 1990. The Dictionary of World Politics: A Reference Guide to Concepts, Ideas, and Institutions. Harvester: Wheatsheaf.

Selasa, 06 Desember 2011

PATRIOT

Saya menulis ini karena tugas LKMM pra-TD :)


PATRIOT
Pra-TD 4 FTIf tahun 2011 ini, bertemakan PATRIOT. Apakah arti PATRIOT itu? Kepanjangan PATRIOT adalah Prestatif, Aktif, Tanggap, kRitis, visIOner, Tanggung jawab. Pada pengertian yang pertama yakni prestatif. Prestatif adalah suatu sikap yang menunjukkan intelektualitas seseorang. Prestatif tidak hanya dituntut bisa berpikir secara logis, namun ide-ide kreatif di dalamnya juga diperlukan. Seorang mahasiswa tentunya sudah dituntut sejak awal untuk memiliki sikap prestatif. Hal ini ditunjukkan dengan pertama kali seseorang bisa menjadi mahasiswa, pasti ia telah melewati berhasil beberapa macam tes, misalnya saja SNMPTN. Di antara ratusan bahkan ribuan pesaing yang berkompetisi untuk bisa masuk dan diterima di perguruan tinggi negeri, hanya mereka yang memiliki usaha yang besar dan mempunyai sikap prestatif inilah yang bisa berhasil diterima. Layaknya seorang mahasiswa, tentunya nanti mereka akan berbekal ilmu yang telah mereka dapatkan selama perkuliahan, untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang layak. Oleh karena itu, sudah sepantasnya mahasiswa harus mejadi orang-orang yang berintelektual tinggi, agar ilmu yang mereka gunakan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat pada umumnya. Kemudian pengertian yang kedua dari PATRIOT, yakni sikap aktif. Mahasiswa bukan waktunya lagi untuk bermalas-malasan seperti anak remaja, karena kita sudah bukan siswa lagi yang dulu biasanya masih dibimbing dan dibina oleh orang tua dan bapak ibu guru. Kita sudah dituntut untuk aktif menyelesaikan suatu permasalahan dengan tangan kita sendiri. Selain itu, kita juga aktif dalam berorganisasi, bersosialisasi dengan masyarakat sekitar, dan turut serta dalam mengadakan pembangunan dan memajukan kualitas bangsa dan negara ini. Pengertian yang ketiga dari PATRIOT adalah tanggap. Tanggap disini adalah tingkat kepekaan kita terhadap lingkungan sekitar. Sebagai contoh, sekarang ini bangsa Indonesia sedang dilanda krisis. Krisis ini bisa meliputi kemiskinan, degradasi moral, banyak terjadi korupsi dimana-mana, masalah moneter, pendidikan dibawah standar yang berlaku, dan masih banyak masalah-masalah lainnya yang melanda negeri ini. Mahasiswa sebagai salah satu wakil bangsa, sudah sepantasnya harus peka dan tanggap untuk sadar diri bahwa kita lah yang diharapkan oleh generasi-generasi tua untuk menggantikan posisi mereka dan menuntaskan permasalahan yang ada. Jika kita kaji ulang dari salah satu peran dan fungsi mahasiswa, disinilah kita harus menjadi Iron Stock. Besi yang masih ‘baru’ akan menggantikan yang sudah ‘berkarat’. Sehingga diharapkan, bangsa ini bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik daripada yang sebelumnya.Kemudian pada pengertian keempat dari PATRIOT terdapat sikap kritis. Kritis disini adalah suatu sikap dimana kita berani mengkritisi yang salah dan membenarkannya apabila memang terbukti bersalah. Mahasiswa dituntut untuk bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah, mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan. Oleh karena itu, kita juga harus bijaksana dalam menentukan suatu keputusan. Dimana keputusan itu nantinya tidak dibuat hanya untuk kepentingan kita sendiri, namun untuk kepentinganbersama. Peristiwa Reformasi pada pertengahan tahun 1998 merupakan salah satu bukti bahwa mahasiswa harus benar-benar kritis dalam menanggapi suatu permasalahan. Bahkan diantara mereka ada yang sampai meninggal demi memperjuangkan hak-hak rakyat.  DPR dan MPR merupakan wujud dari perwakilan rakyat yang menampung aspirasi rakyat dan kita sebagai mahasiswa bisa menjadi perantara untuk menyampaikan apa yang dikeluhkan oleh rakyat kepada pemerintah. Disinilah sikap kritis kita dibutuhkan, agar kita tahu, mengenali masalah dan dapat mencari solusi untuk permasalahan tersebut. Pengertian yang kelima dari PATRIOT adalah visioner. Visioner memiliki arti bahwa kita sebagai mahasiswa harus memiliki sikap berpandangan ke depan. Untuk apa kita sekarang menjadi mahasiswa, apa yang bisa kita lakukan sebagai mahasiswa sekarang inidan apa yang bisa kita berikan pada masyarakat luas setelah kita berhasil menjadi mahasiswa. Mereka yang memiliki pandangan ke depan, lebih mempunyai sikap yang optimis dibandingkan dengan mereka yang masih bingung untuk apa dia menjadi mahasiswa. Dengan sikap visioner, kita akan mempunyai cita-cita dan pandangan yang terarah, sehingga akan memudahkan kita untuk mencapai sesuatu apa yang kita ingin dapatkan. Jika diibaratkan seperti delman, mahasiswa yang visioner seperti kuda dengan mata yang ditutup pada samping kanan kirinya. Mereka tidak akan terombang ambing dengan keadaan yang ada, karena mereka telah memiliki tujuan yang jelas. Itulah mengapa mahasiswa diharapkan memiliki sikap ini. Yakni agar kita bisa menjadi mahasiswa yang benar-benar mahasiswa. Kemudian pengertian yang terakhir adalah sikap tanggung jawab. Mahasiswa yang sebenarnya adalah mahasiswa yang berani mempertanggung jawabkan atas keputusan yang dia ambil. Setiap orang pasti memiliki alasan yang jelas ketika mereka mengambil suatu keputusan. Jika terjadi kesalahan, sudah selayaknya kita berani mempertanggung jawabkannya. Itulah beberapa hal yang bisa dijabarkan dari PATRIOT (Prestatif, Aktif, Tanggap, kRitis, visIOner, Tanggung jawab). Kini sudah saatnya kita sebagai mahasiswa sadar akan status yang kita sandang, dengan apa yang bisa kita berikan untuk bangsa, bukan apa yang bangsa berika untuk kita.

Who am I? I am Nisa Setya Dini


Who Am I?
Who Am I? Yang dalam bahasa Indonesia berarti Siapa Saya? Saya Siapa? Pasti ada saja pertanyaan itu dalam benak setiap manusia. Beberapa waktu yang lalu saya mendapat pertanyaan ini. Who am I? Siapakah saya? Hemm.. jika anda yang mendapat pertanyaan ini, apa jawaban anda? Apakah anda dapat dengan mudah menggambarkan diri anda, kepribadian anda, cita-cita dan mimpi anda? Apakah anda tahu jawabannya? Kenapa harus ada pertanyaan itu? Tidak dapatkah kita menjalani hidup tanpa berpikir, mengalir seperti air dan menghanyutkan diri dalam segala kejadian di sekeliling kita? Bisakah kita menjadi zombie, berpusat pada ego pribadi dan terus maju tanpa perlu mempertanyakan hakikat keberadaan kita di dunia? Saya jadi ingat pernyataan dari filsuf besar masa lalu, Rene Descartes di abad ketujuh belas. "Cogitu Ergo Sum". Yang dalam bahasa Indonesia berarti "Saya berpikir maka saya ada". Saya berpikir, maka saya ada. Maksud yang saya tangkap adalah adalah "saya adalah apa yang saya pikirkan". Belajar mengenali diri sendiri adalah bagian dari proses mengenali jati diri yang sesungguhnya. Selain itu, mengenali diri sendiri seharusnya bisa menjadi proses awal mendeteksi kelebihan dan kekurangan kita. Saya yakin, ada beberapa jawaban untuk pertanyaan itu. Mungkin mudah untuk sebagian orang, sangat sulit untuk yang lainnya. Untuk saya, jawaban yang menunjukkan identitas diri saya saat ini adalah, "Saya seorang mahasiswa jurusan Sistem Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember". Identitas inilah yang terpenting bagi saya saat ini, di antara banyak jawaban lainnya. Kenapa? Karena saya belajar banyak mengenai hidup dalam tujuh belas tahun yang pendek dalam kehidupan saya. Saya belajar kehidupan dari orang tua, keluarga, teman-teman, bahkan dari orang yang saya tidak kenal. Perjuangan mengenali mereka membawa saya makin mengenali diri sendiri. Banyak yang mempercayai saya untuk menceritakan masalah pribadinya. Lebih dari satu, mulai dari teman SD, teman SMP, teman SMA hingga teman kuliah sekarang ini. Mereka menceritakan mulai dari masalah keluarga, masalah pertemanan, persahabatan, hingga kisah cintanya. Dan yang paling sering saya dengar adalah tentang kisah cinta, yaitu ‘Saya tidak bias melupakan dia’ sebuah tema kisah cinta yang sulit dan menggalaukan bagi sang pendengar pastinya. Karena dari segi mana pun perasaan itu tidak bisa dipaksakan,biarkan mengalir adanya meskipun ada rasa sakit. Mungkin mengatakan itu mudah, tapi membuat orang lain yang sedih dan tertutup hatinya yang sulit. Itu yang membuat saya galau selama ini apabila mendengar kisah seperti itu. Dari setiap kisah yang saya dengar, saya pasti mengambil hikmahnya. Apapun itu, Karena Allah tidak mungkin membuat permasalahan dalam kehidupan kita tanpa ada hikmahnya. Dan saya sering berbagi hikmah suatu kehidupan kepada sahabat saya yang menurut saya mempunyai satu pemikiran dengan saya. ‘Life is never flat’ salah satu kalimat yang pernah saya dengar dari media elektronik yang sudah tidak jarang lagi di Negara kita ini, yaitu Televisi. Hidup setiap orang itu bisa saya pastikan tidak ada yang itu-itu saja. Kalau ada yang ‘flat’ coba kita cari tau, apakah benar-benar karena tidak ada hal yang berbeda, atau memang cara dia menanggapi hidupnya itu yang biasa saja. Dari cuplikan cerita saya di atas tadi, bisa disimpulkan sifat saya seperti apa. Peka, Pendengar yang baik dan tidak pernah pilih-pilih teman. Bagaimana kekurangan orang lain, maka saya akan menerima orang terserbut. Karena saya percaya bahwa setiap orang pasti memiliki sifat negative dan positif, sehingga seburuk-buruk apapun seseorang, PASTI ada sisi baiknya. Begitu pula sebaliknya, sebaik-baiknya seseorang, PASTI ada sisi buruknya. Karena tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, tapi kitalah yang mengejar kesempurnaan. Hari ini 26 November 2011 saya ingin bercerita sedikit tentang mentoring saya hari ini, ilmu yang bisa saya dapatkan hari ini adalah Tajwid. Suatu hal yang sudah diajarkan sejak SD, namun baru kali ini saya benar-benar paham. Kenapa? Karena saya dulu kurang belajar dengan sungguh-sungguh. Akhirnya saya mulai instropeksi diri, bahwa saya belum ada apa-apanya dalam ilmu agama. Saya bertekad mempelajari ilmu agama lebih dalam lagi. Dari cuplikan cerita saya yang kedua di atas saya menyimpulkan diri saya bahwa saya mudah terbawa, mudah down, galau, sedih, bahagia, maupun marah. Dan mulai sekarang sayalah yang akan menentukan bagaimana saya ke depannya, karena setiap keputusan yang saya ambil sekarang, maka itu akan menentukan kehidupan saya selanjutnya. Sejujurnya saya bingung ketika mengerjakan tugas ini, saya hanya bisa menceritakan kehidupan saya dan dari cerita tersebut bisa disimpulkan ‘Who Am I’. Apabila Anda yang diberi pertanyaan tersebut, apa jawaban Anda?